TEBUS YANG TERGADAI
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan dishahihkan al-Albani).
Ada beberapa pendapat tentang
kalimat "tergadaikan dengan aqiqahnya".
Pendapat
Pertama, syafaat yang diberikan anak kepada orang tua
tergadaikan dengan aqiqahnya. Artinya, jika anak tersebut meninggal sebelum
baligh dan belum diaqiqahi maka orang tua tidak mendapatkan syafaat anaknya di
hari kiamat.
Pendapat ini diriwayatkan dari Atha
al-Khurasani – ulama tabi’in – dan Imam Ahmad. Al-Khithabi menyebutkan
keterangan Imam Ahmad.
Menurut Imam Ahmad, hadis ini
berbicara mengenai syafaat. Yang beliau maksudkan, bahwa ketika anak tidak
diaqiqahi, kemudian dia meninggal masih bayi, tidak bisa memberikan syafaat
bagi kedua orang tuanya. (Ma’alim as-Sunan, 4/285)
Semetara keterangan dari Atha’
al-Khurasani diriwayatkan al-Baihaqi dari jalur Yahya bin Hamzah, bahwa beliau
pernah bertanya kepada Atha’, tentang makna ‘Anak tergadaikan dengan
aqiqahnya.’ Jawab Atha’,“Dia (ortu) tidak bisa mendapatkan syafaat anaknya.”
(Sunan al-Kubro, al-Baihaqi, 9/299)
Pendapat Kedua, keselamatan anak dari setiap bahaya itu tergadaikan dengan aqiqahnya.
Jika diberi aqiqah maka diharapkan anak akan mendapatkan keselamatan dari mara
bahaya kehidupan. Atau orang tua tidak bisa secera sempurna mendapatkan
kenikmatan dari keberadaan anaknya. Ini merupakan keterangan Mula Ali Qori
(ulama madzhab hanafi). Beliau mengatakan, tergadaikan dengan aqiqahnya,
artinya jaminan keselamatan untuknya dari segala bahaya, tertahan dengan
aqiqahnya. Atau si anak seperti sesuatu yang tergadai, tidak bisa dinikmati
secara sempurna, tanpa ditebus dengan aqiqah. Karena anak merupakan nikmat dari
Allah bagi orang tuanya, sehingga keduanya harus bersyukur. (Mirqah al-Mafatih,
12/412)
Pendapat
Ketiga, Allah jadikan aqiqah bagi bayi sebagai sarana untuk
membebaskan bayi dari kekangan setan. Karena setiap bayi yang lahir akan
diikuti setan dan dihalangi untuk melakukan usaha kebaikan bagi akhiratnya.
Dengannya, aqiqah menjadi sebab yang membebaskan bayi dari kekangan setan dan
bala tentaranya. Ini merupakan pendapat Ibnul Qoyim. Beliau juga membantah
pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah menjadi syarat adanya syafaat anak bagi
orang tuanya.
Beliau mengatakan, status seseorang
sebagai orang tua bagi si anak, bukan sebab dia mendapatkan syafaat. Demikian
pula hubungan kerabat dan keluarga (tidak bisa saling memberi syafaat). Allah
telah menegaskan, "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan
takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong
anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun (QS.
Luqman: 33)
Kemudian, Ibnul Qoyim melanjutkan,
Karena itu, seseorang tidak bisa memberikan syafaat kepada orang lain pada hari
kiamat, kecuali setelah Allah izinkan, untuk diberikan kepada siapa saja yang
Dia kehendaki dan Dia ridhai. Sementara izin Allah dalam syafaat, tergantung
dari tauhid dan kekuatan ikhlas dari orang yang mendapat syafaat itu. (Tuhfah
al-Maudud, hlm. 73).
Kemudian Ibnul Qoyim menyebutkan
tafsir hadis di atas, Tergadai artinya tertahan, baik karena perbuatannya
sendiri atau perbuatan orang lain… dan Allah jadikan aqiqah untuk anak sebagai
sebab untuk melepaskan kekangan dari setan, yang dia selalu mengiringi bayi
sejak lahir ke dunia, dan menusuk bagian pinggang dengan jarinya. Sehingga
aqiqah menjadi tebusan untuk membebaskan bayi dari jerat setan, yang
menghalanginya untuk melakukan kebaikan bai akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya.
(Tuhfah al-Maudud, hlm. 74)
Ada beberapa keistimewaan yang
dimiliki Aqiqah Nurul Hayat, yang pertama... Masakannya
sangat enak, sedap dan berkualitas. Ini tidak lebay lho ya,, aseli bumbunya
meresap dan, daging kambingnya empuk, dan menunya banyak pilihan, antara lain:
Sate, gulai, krengsengan, rendang, kambing bumbu wijen, rolade. Bukan
cuma menu kambing olahan saja yang bisa request dan punya pilihan, jika ingin
merasakan sensasi selain nasi putih, maka bisa request nasi kebuli atau nasi
mandhi khas timur tengah.
Yang kedua, pelayanan Aqiqah Nurul Hayat dicabang manapun,
inshallah pelayanannya excelent. Untuk pesanan aqiqah bahkan bisa disalurkan
kepanti asuhan, pondok pesantren tahfidz, atau yayasan sosial. Jika disalurkan,
maka pelanggan akan mendapat laporan berupa foto penyaluran dan juga mendapat
sertifikat.
Ketiga, ini yang tidak kalah
istimewa dari Aqiqah Nurul Hayat. Sudah menjadi rahasia umum, jika kebanyakan
artis memiliki gaya hidup selangit, ehhh...kok jadi bu Tejo sih?? hehehe,,
maksudnya bukan ngajak untuk bergujing nih, tapi it's fact bahwa barang-barang
branded itu memang tidak jauh dari kehidupan glamour para artis. Tapi jangan
dibayangkan harga aqiqah Nurul Hayat seperti tas brandidnya para artis
ya...Harga Aqiqah Nurul Hayat tetap dapat dijangkau,
tidak harus menunggu kaya bak artis ibu kota untuk bisa memberikan yang terbaik
untuk buah hati kita, untuk menebus sekaligus mengikuti sunnah yang dianjurkan
Rasulullah sekali seumur hidup buah hati kita.
Robbigfirlii
waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiro, iya, kamaa robbayaanii
soghiro, itu doa yang selalu kita lantunkan untuk kedua orang
tua kita. Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka menyayangi aku ketika
aku kecil. Menurut Gus Baha dalam salah satu kajian yang pernah saya dengar,
ada korelasi antara bagaimana sikap orang tua ketika merawat anaknya yang masih
kecil, dan bagaimana anak merawat orang tua ketika beliau sudah menua. Hal
inipun sesuai dalam ilmu psikologi, sikap anak berbanding lurus dengan pola
asuh orang tua terhadap anak ketika ia masih kecil.
Maka, semoga... Siapapun yang Allah
takdirkan untuk menjadi orang tua yang diberi amanah "anak", dengan
pertolongan Allah, semoga bisa memuliakan anak sesuai tuntunan Nabi, memuliakan
ala Nabi bukan memanjakan dan selalu membela biarpun anak melakukan kenakalan,
bukannn!! Memuliakan anak Ala Nabi, salah satunya dengan menebus anak tidak
tergadai. Bukan dengan cara jahiliyah, tapi sesuai teladan manusia pilihan itu,
iya AQIQAH.

Komentar
Posting Komentar